Review Jujur Game of the Year 2024, Layak Menang atau Overrated?
Setiap tahun, penghargaan Game of the Year 2024 jadi ajang sakral buat para gamer, tapi tahun lalu suasananya beda — lebih panas, lebih emosional, dan jujur aja, lebih kontroversial dari biasanya. Saat Starfield diumumkan sebagai pemenang, sebagian gamer bersorak, sebagian lagi cuma geleng kepala. Banyak yang ngerasa keputusan itu “aneh”, bahkan ada yang bilang game ini overrated. Tapi apa bener? Yuk, kita bahas secara jujur dari berbagai sisi — dari narasi, gameplay, sampai pengaruhnya di dunia gaming modern.
1. Dunia yang Ambisius, Tapi Kadang Terasa Kosong
Gak bisa dipungkiri, hal paling menonjol dari Starfield adalah skalanya. Bethesda bener-bener bikin semesta luar angkasa yang terasa masif. Ada ribuan planet buat dieksplorasi, ratusan misi sampingan, dan sistem fraksi yang dalam. Tapi di balik ambisinya itu, banyak pemain ngerasa dunia game ini “terlalu besar buat kebaikannya sendiri.”
Sebagian planet terlihat megah, tapi minim interaksi. NPC-nya kadang terasa statis, dan momen-momen emosional gak sebanyak yang diharapkan. Ini yang bikin gamer lama Bethesda bilang, Starfield punya ruang sebesar galaksi, tapi kehilangan jiwa Skyrim-nya.
Namun di sisi lain, gak adil juga kalau bilang semuanya gagal. Visualnya luar biasa detail, sistem crafting dan ship building-nya bikin pemain betah ngoprek berjam-jam. Jadi, kalau kamu tipe pemain yang suka eksplorasi bebas tanpa batas, game of the year 2024 ini emang punya nilai lebih. Tapi kalau kamu nyari koneksi emosional kayak di The Witcher 3 atau Red Dead Redemption 2, ya siap-siap kecewa.
2. Cerita dan Karakter: Kuat di Ide, Lemah di Eksekusi
Bethesda punya visi besar di Starfield — eksplorasi eksistensial tentang tempat manusia di alam semesta. Ide itu keren banget, tapi sayangnya gak semua aspek naratifnya bisa nyampe dengan maksimal. Karakter utama sering terasa kayak “wajah kosong”, dan companion yang seharusnya jadi kunci emosi kadang malah terasa generik.
Beberapa momen memang mengesankan — terutama bagian yang nyangkut dengan “The Unity” dan konsep multiverse-nya. Tapi setelah itu, cerita kehilangan momentum. Banyak gamer bilang, ending-nya berani tapi terlalu cepat.
Sisi menariknya, ada beberapa quest yang brilian. Misalnya, misi politik antar fraksi atau dilema moral soal sains dan spiritualitas. Di situ Starfield sempat menunjukkan potensi naratif luar biasa. Cuma sayangnya, potongan-potongan bagus itu gak semuanya nyatu jadi pengalaman yang solid.
Jadi, kalau ngomong soal narasi, game of the year 2024 ini lebih cocok disebut ambisius tapi belum matang sepenuhnya.
3. Gameplay dan Sistem: Kombinasi Hebat tapi Masih Kasar
Gameplay di Starfield jelas evolusi besar buat Bethesda. Sistem menembak sekarang jauh lebih responsif dibanding game mereka sebelumnya. Setiap senjata punya feel yang solid, dan eksplorasi planet terasa realistis berkat desain antarmuka yang elegan. Tapi tetap aja, banyak gamer bilang gameplay-nya “aman banget”—gak revolusioner seperti yang dijanjikan.
Sistem ship combat salah satu hal yang paling dipuji. Ngarahin senjata plasma di luar angkasa, nge-boost mesin, atau nyerang bajak laut antar bintang — itu momen yang bikin adrenaline naik. Tapi di sisi lain, misi darat kadang repetitif dan pacing cerita sering keputus sama proses loading antar planet.
Untuk sebuah game of the year 2024, seharusnya ada momen gameplay yang benar-benar “ikonik”. Sayangnya, Starfield belum punya itu. Dia solid, iya. Tapi “tak terlupakan”? Mungkin belum.
4. Visual dan Teknologi: Paling Cantik, Tapi Penuh Bug
Gak bisa dibantah, dari segi grafis Starfield memanjakan mata. Tekstur planet, pencahayaan real-time, dan detail interior pesawat luar angkasa luar biasa indah. Setiap kota terasa hidup dengan atmosfernya masing-masing — dari kemegahan New Atlantis sampai kekacauan Neon City.
Masalahnya? Bug klasik Bethesda masih nongol di mana-mana. Dari NPC yang nyangkut di pintu, animasi wajah kaku, sampai glitch gravitasi yang kadang bikin pemain tertawa sekaligus frustasi.
Engine barunya, Creation Engine 2, memang upgrade besar, tapi belum sempurna. Untungnya, komunitas modder udah bantu nutup banyak celah teknis lewat mod yang memperbaiki tampilan dan performa. Jadi, kalau kamu main sekarang, pengalamanmu mungkin jauh lebih halus dibanding versi awal rilis.
5. Musik dan Atmosfer: Poin Tertinggi dari Starfield
Di balik semua kekurangannya, satu hal yang hampir semua gamer setuju: musik Starfield luar biasa. Komposer Inon Zur berhasil bikin soundtrack yang terasa megah, penuh rasa penasaran, dan misterius. Tiap nada bikin pemain ngerasa kecil tapi penting di tengah luasnya alam semesta.
Desain suaranya pun patut diacungi jempol. Suara langkah di tanah asing, gema ruang vakum, dan suara mesin pesawat — semuanya nambah sensasi imersi. Kalau ada kategori khusus “Best Sound Experience”, Starfield mungkin menang tanpa debat.
Aspek ini lah yang bikin banyak gamer tetep menghargai game ini meskipun kecewa sama aspek lain. Kadang, atmosfer bisa menyelamatkan keseluruhan pengalaman.
6. Komunitas, Mod, dan Legacy yang Mulai Terbentuk
Salah satu kekuatan terbesar game Bethesda selalu ada di komunitasnya. Starfield gak beda. Setelah beberapa bulan rilis, ribuan mod bermunculan — mulai dari visual enhancement sampai misi buatan fans. Ini bikin game terus hidup dan berkembang.
Kalau kamu lihat pola sejarah Bethesda, semua game mereka butuh waktu buat “matang”. Skyrim dan Fallout 4 dulu juga dikritik pas rilis, tapi bertahun-tahun kemudian justru jadi klasik. Dan kemungkinan besar, Starfield juga akan ikut jejak itu.
Jadi kalau ditanya: “Apakah game of the year 2024 ini layak menang?”, jawabannya tergantung perspektif. Kalau kamu nilai dari ambisi dan potensi jangka panjang — iya, dia layak. Tapi kalau kamu fokus ke pengalaman saat rilis — mungkin sedikit overrated.
7. Bandingkan dengan Kompetitornya: Siapa yang Sebenernya Lebih Pantas?
Sebelum nentuin apakah Starfield layak jadi game of the year 2024, penting juga liat pesaingnya. Tahun lalu ada Baldur’s Gate 3, Alan Wake 2, Spider-Man 2, dan Resident Evil 4 Remake. Semua punya kekuatan unik.
- Baldur’s Gate 3 menang telak di sisi narasi dan interaksi karakter.
- Alan Wake 2 tampil dengan konsep horror naratif yang segar dan visual sinematik.
- Spider-Man 2 punya gameplay paling halus dan pacing yang konsisten.
Jadi ketika Starfield menang, banyak yang merasa faktor “skala dan ambisi” lebih dihargai daripada execution. Bisa dibilang, Starfield menang bukan karena sempurna, tapi karena berani. Dan kadang, keberanian itu sendiri jadi nilai GOTY.
Kesimpulan: Layak Menang, Tapi Belum Jadi Legenda
Kalau disimpulkan jujur, Game of the Year 2024 lewat Starfield adalah kemenangan yang campur aduk. Dari satu sisi, dia pantas karena berani mimpi besar — dunia luar angkasa, kebebasan eksplorasi, dan skala gila yang belum pernah dicoba game lain. Tapi dari sisi lain, banyak hal terasa belum matang dan penuh potensi yang belum tergali.
Apakah dia overrated? Sedikit, iya. Tapi bukan berarti gak layak. Starfield punya fondasi kuat buat jadi klasik di masa depan, apalagi kalau terus diperbaiki dan dikembangkan lewat update dan mod.
Pada akhirnya, game of the year 2024 bukan cuma tentang siapa paling sempurna, tapi siapa yang paling berani melangkah ke hal baru. Dan untuk itu, Starfield memang pantas dapet tempat di sejarah gaming modern — meski belum sepenuhnya sampai ke bintang.